Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan bentuk pendidikan etika serta kesadaran digital dalam konteks penggunaan media sosial di era inovasi Artificial Intelligence (AI). Fokus kajian adalah untuk mengidentifikasi tantangan etika baru yang muncul dari integrasi AI di platform media sosial dan merumuskan kerangka pendidikan yang relevan untuk membangun literasi digital yang bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi AI memperuncing masalah etika bermedia sosial, seperti disinformasi yang terpersonalisasi, bias algoritma, pelanggaran privasi data, dan manipulasi psikologis. Kajian ini mengonfirmasi bahwa pendidikan etika digital konvensional tidak lagi memadai. Diperlukan pendekatan pendidikan yang proaktif dan adaptif, menekankan pada pemahaman kritis terhadap cara kerja algoritma, nilai privasi, keaslian identitas digital, serta tanggung jawab moral dalam berinteraksi di ruang yang telah dimediasi AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan etika dan kesadaran digital berbasis AI menjadi kebutuhan mendesak dalam kurikulum formal dan non-formal untuk membentuk pengguna media sosial yang cakap dan berintegritas di era disruptif ini. Untuk mewujudkan pendekatan pendidikan yang adaptif tersebut, diperlukan kolaborasi multidimensional antara pemerintah, institusi pendidikan, perusahaan teknologi, dan komunitas. Kurikulum perlu dirancang secara dinamis, tidak hanya menyajikan teori tetapi juga simulasi interaksi dengan lingkungan digital berbasis AI, seperti praktik mengidentifikasi deepfake, menganalisis bias algoritma rekomendasi, atau menilai implikasi etis dari penyebaran data pribadi.
Copyrights © 2026