Ruang publik merupakan komponen esensial dalam sistem perkotaan karena berfungsi sebagai ruang bersama yang mendukung interaksi sosial, aktivitas ekonomi, serta pembentukan karakter dan kualitas lingkungan kota, terutama pada kawasan perkotaan berskala kecil dan menengah di Indonesia. Taman Juang 45 Brebes memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik aktif melalui penyediaan fasilitas kuliner yang berorientasi pada pemberdayaan UMKM lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan foodcourt semi-outdoor tropis yang mampu mewadahi aktivitas ekonomi sekaligus menghadirkan ruang publik yang inklusif dan nyaman bagi berbagai lapisan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis yang dikombinasikan dengan pendekatan perancangan arsitektur. Proses penelitian meliputi observasi kondisi eksisting, wawancara dengan pengguna dan pelaku UMKM, studi preseden proyek sejenis, serta telaah terhadap regulasi terkait bangunan dan penataan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan zonasi yang terorganisasi, pemisahan sirkulasi antara pejalan kaki dan kendaraan, serta kehadiran plaza hijau sebagai ruang peralihan mampu membentuk sistem pergerakan yang tertata, aman, dan efisien. Konsep ruang semi-terbuka dengan dukungan ventilasi alami, elemen peneduh, orientasi bangunan yang adaptif terhadap iklim, dan pemanfaatan vegetasi tropis terbukti meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi arsitektur tropis, prinsip inklusivitas ruang publik, dan strategi pemberdayaan UMKM menghasilkan rancangan foodcourt yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan bagi pengembangan ruang publik di kota kecil.
Copyrights © 2026