Perkembangan teknologi transportasi digital di Indonesia memicu persaingan ketat, di mana inDrive hadir sebagai penantang melalui fitur unik negosiasi harga. Meskipun menawarkan keunggulan kompetitif, inDrive masih memiliki pangsa pasar yang rendah dibandingkan kompetitor utama. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh brand image, content marketing, dan online customer review terhadap keputusan pemakaian aplikasi inDrive pada mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik probability sampling dengan rumus Slovin, menghasilkan 100 responden mahasiswa aktif UWKS. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemakaian (Sig. 0,787 > 0,05), demikian pula dengan online customer review yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan (Sig. 0,443 > 0,05). Namun, content marketing terbukti berpengaruh positif dan signifikan secara parsial (Sig. 0,038 < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemakaian (Sig. 0,037 < 0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,107 menunjukkan bahwa model hanya mampu menjelaskan 10,7% variasi keputusan pemakaian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti harga dan kualitas layanan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa bagi segmen mahasiswa, konten pemasaran yang informatif dan relevan lebih efektif mendorong keputusan penggunaan dibandingkan citra merek atau ulasan daring.
Copyrights © 2026