Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persial dari Rasio Likuiditas diukur dengan Current Ratio (CR) dan Rasio Solvabilitas diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Profitabilitas diukur dengan Return On Assets (ROA) pada perusahaan subsektor farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2024. Studi ini menggunakan kerangka Trade-Off Theory untuk menguji sejauh mana pengelolaan sumber daya dan solvabilitas dapat mencapai efisiensi laba yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel yang digunakan adalah 13 perusahaan subsektor farmasi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan, menghasilkan total 52 data observasi selama empat tahun. Analisis data dilakukan dengan metode Regresi Data Panel menggunakan perangkat lunak E-Views 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Current Ratio berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Return On Assets yang berarti meskipun likuiditas yang tinggi mendukung kegiatan operasional, kelebihan aset lancar (idle cash) cenderung kurang optimal dalam menghasilkan laba. Debt to Asset Ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Asset. Temuan ini konsisten dengan Trade-Off Theory, di mana penggunaan utang yang berlebihan (excessive leverage) menimbulkan beban bunga yang tinggi dan risiko finansial, sehingga secara signifikan menekan tingkat profitabilitas. Kesimpulannya, hanya Rasio Solvabilitas (DAR) yang menjadi prediktor signifikan terhadap Profitabilitas (ROA) perusahaan subsektor farmasi. Perusahaan dituntut untuk secara cermat mengelola utang dan aset untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan Return on Assets.
Copyrights © 2026