Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk baju anak dan setelan celana di CV Rumah Jahit XYZ melalui penerapan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah tingginya tingkat kecacatan produk yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan menurunnya kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung dan pencatatan data produksi selama periode Januari hingga Februari 2025. Pada tahap Define, ditetapkan tiga jenis cacat dominan sebagai Critical to Quality (CTQ), yaitu noda jahitan, jahitan loncat, dan jahitan mengkerut. Tahap Measure menunjukkan nilai Defects per Million Opportunities (DPMO) sebesar 43.450,47 dengan level sigma 3,21 yang mengindikasikan proses produksi belum optimal dan belum stabil secara statistik berdasarkan peta kendali p-chart. Tahap Analyze mengidentifikasi bahwa penyebab utama kecacatan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan kerja. Selanjutnya pada tahap Improve dilakukan perbaikan melalui penerapan 5S, peningkatan kepatuhan terhadap SOP, perawatan mesin secara berkala, pemeriksaan bahan baku, serta peningkatan kebersihan area kerja. Hasil evaluasi pada tahap Control menunjukkan penurunan tingkat kecacatan dari 13,04% menjadi 4,53%, penurunan DPMO menjadi 15.087,97, serta peningkatan level sigma menjadi 3,67, yang menandakan adanya perbaikan kualitas dan kestabilan proses. Dengan demikian, metode Six Sigma terbukti efektif sebagai sistem pengendalian kualitas untuk meningkatkan kinerja produksi di industri konveksi skala kecil hingga menengah.
Copyrights © 2026