Perkembangan teknologi digital mendorong penerapan sistem pembayaran non-tunai di lingkungan perguruan tinggi, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Universitas STEKOM Kendal telah mengadopsi QRIS sebagai sistem pembayaran untuk mendukung efisiensi dan efektivitas transaksi keuangan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dosen dan mahasiswa akuntansi terhadap penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran di Universitas STEKOM Kendal serta menguji pengaruh persepsi dosen, mahasiswa akuntansi, dan penggunaan QRIS terhadap sistem pembayaran, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada dosen dan mahasiswa akuntansi Universitas STEKOM Kendal. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Pengujian hipotesis meliputi uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial persepsi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap sistem pembayaran dengan nilai signifikansi 0,038. Persepsi mahasiswa akuntansi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 serta merupakan variabel yang paling dominan. Penggunaan QRIS juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap sistem pembayaran dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, persepsi dosen, mahasiswa akuntansi, dan penggunaan QRIS berpengaruh signifikan terhadap sistem pembayaran dengan nilai F hitung sebesar 50,231 dan signifikansi 0,000. Nilai R² sebesar 0,679 menunjukkan bahwa 67,9% variasi sistem pembayaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Kesimpulannya, persepsi dosen dan mahasiswa akuntansi serta penggunaan QRIS memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas sistem pembayaran di Universitas STEKOM Kendal.
Copyrights © 2026