Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh financial literacy, bandwagon effect, dan perceived risk terhadap minat mahasiswa di Kota Sukabumi dalam menggunakan aplikasi pinjaman online (pinjol). Latar belakang penelitian didorong oleh meningkatnya penggunaan layanan pinjol di kalangan generasi muda, yang sering kali tidak diimbangi pemahaman literasi keuangan serta pertimbangan risiko yang memadai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan variabel independen financial literacy (X1), bandwagon effect (X2), dan perceived risk (X3), serta variabel dependen minat penggunaan pinjol (Y). Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah responden 374 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, didukung studi kepustakaan sebagai data sekunder. Pengujian kualitas data meliputi uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heterokedastisitas). Analisis utama menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial (uji t) dan simultan (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy, bandwagon effect, dan perceived risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan aplikasi pinjaman online, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan literasi keuangan, tekanan/dukungan sosial dari lingkungan, serta persepsi risiko yang dikelola melalui informasi dan kepercayaan pada platform, sama-sama berperan dalam membentuk minat mahasiswa. Penelitian ini menyarankan pentingnya edukasi literasi keuangan dan transparansi risiko oleh penyedia layanan agar keputusan penggunaan pinjol lebih rasional dan aman.
Copyrights © 2026