Perancangan interior merupakan proses penting untuk mewujudkan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi yang optimal serta memberi kenyamanan bagi penggunanya. Kamo Kopi, sebuah café yang berada di pinggiran Kota Medan dan didirikan pada tahun 2019, mengalami penurunan jumlah pengunjung setelah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh meningkatnya persaingan café dengan konsep desain yang lebih modern, sehingga Kamo Kopi memerlukan strategi pembaruan untuk kembali menarik minat pelanggan. Sebagai solusi, dilakukan perancangan ulang interior dengan mengusung gaya rustic yang dipadukan dengan elemen budaya Aceh. Pemilihan konsep ini bertujuan menciptakan suasana hangat, natural, dan nyaman, sekaligus memperkuat identitas lokal yang dapat menjadi daya tarik pembeda dibanding café lain. Perancangan dilakukan pada bangunan empat lantai, dengan fokus utama lantai 1 hingga lantai 3 sebagai area publik untuk pengunjung, seperti area duduk, pemesanan, dan ruang interaksi. Sementara itu, lantai 4 dirancang sebagai area privat yang difungsikan untuk karyawan dan ruang penyimpanan, sehingga aktivitas operasional tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. Metode yang digunakan dalam proyek ini meliputi programming untuk merumuskan kebutuhan ruang, observasi kondisi eksisting, wawancara dengan pemilik dan pengguna, dokumentasi, serta analisis data untuk menyusun konsep dan strategi desain. Hasil perancangan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kamo Kopi, menghadirkan pengalaman ruang yang berkesan, serta mengembalikan kepercayaan dan antusiasme pengunjung melalui suasana yang lebih relevan dan kompetitif.
Copyrights © 2026