Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN DESAIN KRIYA BANTAL SOFA SEBAGAI DEKORASI PADA RUANG TAMU Atika , Juli; Azzahra, Faiska
JURNAL WIDYA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Widya, April 2024
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Loka Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/awl.v5i1.277

Abstract

Kriya adalah kata yang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kerja. Seni kriya adalah bentuk seni yang melibatkan keterampilan tangan manusia (kerja) untuk menciptakan karya seni yang indah dan bermakna. Teknik seni kriya mencakup beragam bidang seperti anyaman, batik, sulam, tenun, kerajinan dari logam, keramik, kulit, dan lainnya. Bantal adalah sebuah benda yang digunakan sebagai alas kepala, alas duduk, atau sandaran punggung yang dijahit menyerupai bentuk karung lalu diisi dengan kapuk, kapas, atau bahan lainnya. Kebutuhan manusia akan bantal pun meningkat seiring dengan perkembangan teknologi berbagai macam bantal mulai bermunculan hingga bantal dapat di klasifikasikan sesuai dengan fungsinya. Kain blacu merupakan jenis kain yang terbuat dari serat katun yang tebal dan kasar. Kain ini memiliki tekstur yang kaku dan kokoh, sehingga sering digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat tas, perlengkapan rumah tangga, hiasan, hingga digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat boneka atau mainan. Karakteristik kain blacu yang kuat dan tahan lama membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk proyek jahitan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan. Kain blacu biasanya tersedia dalam berbagai warna dan pola.
Perancangan Interior Cafe Menggunakan Gaya Rustic Pada Kamo Kopi Ringroad Azzahra, Faiska
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5869

Abstract

Perancangan interior merupakan proses penting untuk mewujudkan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi yang optimal serta memberi kenyamanan bagi penggunanya. Kamo Kopi, sebuah café yang berada di pinggiran Kota Medan dan didirikan pada tahun 2019, mengalami penurunan jumlah pengunjung setelah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh meningkatnya persaingan café dengan konsep desain yang lebih modern, sehingga Kamo Kopi memerlukan strategi pembaruan untuk kembali menarik minat pelanggan. Sebagai solusi, dilakukan perancangan ulang interior dengan mengusung gaya rustic yang dipadukan dengan elemen budaya Aceh. Pemilihan konsep ini bertujuan menciptakan suasana hangat, natural, dan nyaman, sekaligus memperkuat identitas lokal yang dapat menjadi daya tarik pembeda dibanding café lain. Perancangan dilakukan pada bangunan empat lantai, dengan fokus utama lantai 1 hingga lantai 3 sebagai area publik untuk pengunjung, seperti area duduk, pemesanan, dan ruang interaksi. Sementara itu, lantai 4 dirancang sebagai area privat yang difungsikan untuk karyawan dan ruang penyimpanan, sehingga aktivitas operasional tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. Metode yang digunakan dalam proyek ini meliputi programming untuk merumuskan kebutuhan ruang, observasi kondisi eksisting, wawancara dengan pemilik dan pengguna, dokumentasi, serta analisis data untuk menyusun konsep dan strategi desain. Hasil perancangan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kamo Kopi, menghadirkan pengalaman ruang yang berkesan, serta mengembalikan kepercayaan dan antusiasme pengunjung melalui suasana yang lebih relevan dan kompetitif.