Perkembangan teknologi digital menuntut pelaku usaha produk budaya lokal untuk mengadopsi strategi pemasaran yang lebih adaptif guna meningkatkan daya saing di pasar modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing dan brand image terhadap keputusan pembelian kain tenun Toraja pada Suchi Collection. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 80 responden yang merupakan konsumen atau calon konsumen yang pernah terpapar konten digital marketing kain tenun Toraja. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien 0,392 (t-statistic = 3,426; p-value = 0,001) dan effect size sebesar 0,242 (kategori sedang). Brand image juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien 0,546 (t-statistic = 4,800; p-value = 0,000) dan effect size sebesar 0,469 (kategori besar). Nilai R-square sebesar 0,812 menunjukkan bahwa 81,2% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen. Temuan ini mengindikasikan bahwa brand image memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan digital marketing dalam mendorong keputusan pembelian. Implikasi penelitian menyarankan pelaku usaha untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital sambil memperkuat citra merek yang autentik guna meningkatkan daya saing produk tenun tradisional di era digital.
Copyrights © 2026