Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui kepatuhan minum obat guna mencegah terjadinya komplikasi serius. Namun, rendahnya kepatuhan pasien masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian penyakit ini. Salah satu pendekatan teoritis yang dapat menjelaskan perilaku kepatuhan pasien adalah Health Belief Model (HBM), yang menekankan peran persepsi individu terhadap kerentanan, keparahan penyakit, manfaat, dan hambatan dalam tindakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Health Belief Model dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien diabetes melitus yang menjalani pengobatan di Puskesmas Junrejo, Kota Batu, dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Health Belief Model dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi Health Belief Model kategori tinggi (52%) serta tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi (60%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Health Belief Model dengan kepatuhan minum obat (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan yang kuat (r = 0,659). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik persepsi dan keyakinan kesehatan pasien berdasarkan Health Belief Model, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi edukatif untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus.
Copyrights © 2026