Tenun ikat merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang tidak hanya merepresentasikan identitas masyarakat lokal, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak komunitas pengrajin, termasuk Komunitas Sanggar Mawarane di Desa Tebuk, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Namun, komunitas ini menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, sehingga cakupan pasar tetap sempit dan potensi ekonomi belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital anggota Sanggar Mawarane melalui pelatihan penggunaan media sosial, khususnya Facebook, sebagai sarana promosi produk tenun ikat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, serta penggunaan instrumen kuisioner untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta mengambil foto produk, membuat konten promosi, mengunggah konten dan berinteraksi dengan calon pembeli secara mandiri.
Copyrights © 2025