Skabies merupakan salah satu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di lingkungan pondok pesantren dengan tingkat kepadatan tinggi dan sanitasi yang kurang memadai. Penyakit ini ditandai dengan rasa gatal hebat terutama pada malam hari serta lesi kulit khas berupa terowongan. Prevalensi skabies di Indonesia cukup tinggi, berkisar antara 4,60% hingga 12,95% per tahun, dan menduduki peringkat ketiga penyakit kulit tersering di fasilitas kesehatan. Faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan, praktik kebersihan pribadi yang kurang, kebiasaan tidur bersama, serta penggunaan barang secara bergantian. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies, menumbuhkan kesadaran pencegahan penularan, serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet edukatif, disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di MTS Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda pada 29 November 2025 dengan melibatkan 30 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 56 menjadi 94,7 pada post-test. Selain itu, kuisioner kepuasan peserta memperlihatkan mayoritas responden sangat puas terhadap ketepatan waktu, kejelasan materi, penguasaan pemateri, serta relevansi materi dengan kebutuhan mereka. Kesimpulannya, promosi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai pencegahan skabies, sekaligus mendorong penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung kualitas hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026