Transformasi pendidikan di era Society 5.0 meniscayakan integrasi teknologi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga pedagogis dan kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi efektivitas modul ajar digital interaktif berbasis Canva dan Heyzine dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Negeri 238 Palembang. Metode yang digunakan mengacu pada model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), meliputi analisis kurikulum Merdeka, observasi kondisi pembelajaran, wawancara guru, perancangan modul visual, konversi ke format flipbook interaktif, serta evaluasi dampak melalui kuesioner, observasi partisipatif, dan refleksi kritis. Hasil menunjukkan bahwa modul ajar digital berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa melalui visualisasi kontekstual berbasis budaya lokal Palembang (Ampera Bridge, Sungai Musi), memperkuat pemahaman materi teks narasi, dan menumbuhkan kemandirian dalam mengakses media digital. Di sisi guru, modul ini memperkuat kompetensi teknopedagogis, mempermudah penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mendorong inovasi berkelanjutan. Analisis respons siswa menunjukkan 94% mampu mengakses modul secara mandiri, 88% merasa lebih mudah memahami materi, dan 85% menyatakan keinginan untuk terus belajar menggunakan media digital. Sistem desain yang intuitif, fleksibilitas akses, dan keselarasan dengan prinsip berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka menjadikan pendekatan ini sebagai solusi strategis untuk menjembatani digital divide dan memperkuat literasi abad ke-21 di sekolah dasar.
Copyrights © 2026