Remaja putri sering menderita lemah, letih, lesu, dan lalai yang disebut dengan anemia. Anemia merupakan masalah gizi yang mempunyai tingkat prevalensi yang tinggi dengan kondisi defisiensi sel darah merah dan jumlah kadar hemoglobin yang rendah dalam tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada Generasi Z yaitu remaja pertengahan (madya) dan remaja akhir berusia 14-19 tahun dengan memberikan edukasi tentang pencegahan anemia. Metode pengabdian ini diberikan dengan cara memberikan penyuluhan dan informasi bagi remaja Generasi Z tentang bahaya anemia dan mengajarkan cara mencegah anemia maupun mengkonsumi makanan yang aman dan sehat bagi remaja. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Remaja sangat aktif bertanya dan bersedia untuk mengisi kuesioner online untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya anemia dan pencegahan anemia. Berdasarkan hasil pre test didapatkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia dengan kategori pengetahuan baik sejumlah 1 orang (5%), kategori cukup 7 orang (35%) dan kategori kurang 12 orang (60%), dan hasil post test kategori pengetahuan baik sejumlah 20 orang (100%). Kesimpulan dari kegiatan ini para remaja dapat menerapkan pencegahan anemia pada kehidupan sehari-hari dengan mengkonsumsi makanan yang aman, bergizi dan sehat untuk masa depan remaja generasi Z yang berkualitas.
Copyrights © 2026