ASI eksklusif merupakan praktik memberikan ASI tanpa memberikan cairan tambahan seperti susu formula, jus, madu, air, teh, atau air putih, serta tanpa memberikan makanan padat tambahan seperti buah-buahan, bubur susu, biskuit, bubur nasi, atau makanan tim, mulai dari usia 0 hingga 6 bulan. Bayi yang diberikan ASI memiliki keadaan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula, karena risiko kematian akibat diare pada bayi yang diberi susu formula mencapai 3,94 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang menerima ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi 0-6 bahkan dilakukan hinga usia 2 tahun. Metode yang dilakukan pada penelitian ini desain atau model yang digunakan adalah tinjauan pustaka, juga dikenal sebagai tinjauan literatur. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh hambatan terbesar terhadap lamanya ibu menyusui adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusi, masalah laktasi, masalah sosial ekonomi dan kurangnya dukungan sosial, budaya, pekerjaan dan perawatan anak, dan layanan kesehatan. Peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terkait dengan pentingnya pemberian asi eksklusif, edukasi mengelola laktasi sehingga para ibu akan lebih termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu yang memahami apa itu ASI eksklusif, manfaatnya, faktor-faktor yang memengaruhi volume ASI, dan zat gizi yang terkandung di dalamnya tentunya akan lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya. Kata kunci: asi eksklusif, pengetahuan, sikap, perilaku, pekerjaan.
Copyrights © 2024