Indonesia saat ini mengalami masalah gizi (triple burden) yaitu stunting (gizi pendek), wasting (kurus) dan obesitas (kegemukan melampaui batas) serta defisiensi mikro nutrien seperti anemia. Salah satu indikator utama untuk menilai status gizi adalah Indeks Massa Tubuh. Selain itu, kadar hemoglobin juga merupakan indikator penting yang mencerminkan status kesehata. Apliknasi Appsheet menawarkan solusi inovatif dalam pemantauan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara indeks massa tubuh (IMT) yang diukur menggunakan aplikasi Appsheet dengan kadar hemoglobin pada remaja putri yang tinggal di Panti Asuhan Darun Najah, Depok Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif yang dilakukan secara observasional analitik. Jumlah sampel yang diambil yaitu 22 remaja putri usia 12-18 tahun menggunakan metode total sampling. IMT dihitung menggunakan aplikasi Appsheet yang memudahkan pengelolaan data secara digital. Kadar hemoglobin diukur menggunakan metode standar yang telah ditetapkan. Analisis uji Chi Square dilakukan untuk menentukan korelasi antara IMT dan kadar hemoglobin. Indeks massa tubuh 22 remaja putri panti asuhan Darun Najah adalah 14 dengan IMT normal (63,6%) dan 8 dengan IMT abnormal (36,4%). Di Panti Asuhan Darun Najah, 10 (45,5%) dari 22 remaja putri memiliki kadar hemoglobin ≥ 12 gr/dL atau tidak mengalami anemia, sedangkan 12 (54,5%) remaja putri mengalami anemia. Kesimpulan terdapat hubungan indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin remaja putri di panti asuhan Darun Najah Depok Sleman Yogyakarta (p value 0.002<0.05)
Copyrights © 2024