Penelitian ini mengkaji determinan konsumsi rokok rumah tangga di Desa Jurumapin, Kabupaten Sumbawa, dengan fokus pada peran literasi keuangan, harga rokok, dan pendapatan rumah tangga. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari responden yang merupakan perokok aktif sekaligus pengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan hipotetis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan harga rokok berpengaruh negatif secara signifikan terhadap konsumsi rokok, sedangkan pendapatan rumah tangga berpengaruh positif namun tidak signifikan. Model penelitian ini menunjukkan relevansi prediktif yang moderat (Q² = 0,2125) dan mampu menjelaskan 46,1% variasi konsumsi rokok (R² = 0,461). Temuan ini menggarisbawahi bahwa peningkatan literasi keuangan dan penerapan kebijakan pengendalian harga dapat secara efektif menurunkan konsumsi rokok di kalangan rumah tangga pedesaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur akademik dengan mengintegrasikan konstruk literasi keuangan ke dalam analisis perilaku konsumsi dalam konteks pedesaan, serta menyediakan implikasi praktis bagi perancangan program pengendalian tembakau dan edukasi keuangan yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2026