Trengguli dapat ditanam secara generatif menggunakan benih. Salah satu faktor yang menyebabkan trengguli memiliki tingkat produksi yang rendah ialah benih trengguli mengalami dormansi sehingga perkecambahan dapat terhambat. Perkecambahan benih yang sulit pada bibit trengguli ini dapat diatasi dengan mematahkan dormansinya. Salah satu cara pematahan atau pemecahan dormansi adalah secara mekanis. Untuk mendukung pertumbuhan benih, juga diperlukan penggunaan media tanam yang tepat.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kombinasi perlakuan terbaik pemecahan dormansi secara mekanis dan penggunaan media tanam pada benih trengguli (Cassia fistula L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2024. Kegiatan penelitian dilakukan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali, kombinasi perlakuan sebagai berikut : M1 (tanah 100% + pengamplasan), M2 (tanah 100% + pemotongan dengan gunting kuku), M3 (tanah 100% + perendaman air panas), M4 (tanah : cocopeat + pengamplasan), M5 (tanah:cocopeat = 1:1+ pemotongan dengan gunting kuku), M6 (tanah : cocopeat = 1:1+ perendaman air panas), M7 (tanah : sekam = 1:1+ pengamplasan), M8 (tanah : sekam = 1:1+ pemotongan dengan gunting kuku), M9 (tanah:sekam = 1:1+perendaman air panas). Setiap perlakuan terdapat 10 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 270 polybag tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan media tanah 100%+ pengamplasan, 100%+ gunting kuku, tanah:cocopeat+ pengamplasan dan media tanah:cocopeat + gunting kuku, tanah:sekam+ pengamplasan, tanah:sekam+gunting kuku memberikan pengaruh yang sama antar perlakuan.
Copyrights © 2025