Tanaman melon termasuk jenis tanaman hortikultura yang digemari masyarakat dan juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Secara umum dalam masyarakat pertanian konvensional, nutrisi untuk tanaman lebih banyak didapatkan dari aplikasi pupuk anorganik. Penyediaan nutrisi untuk tanaman dapat diantisipasi dengan penggunaan pupuk organik seperti pupuk kotoran kambing. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencapai komposisi terbaik untuk mendapatkan hasil produksi melon yang memiliki tingkat kemanisan tinggi sesuai preferensi konsumen sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2024 di Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: tangki semprot, mulsa plastik hitam perak, ajir bambu, timbangan, refractometer dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih melon varietas Amanda F1, pupuk NPK 16:16:16, Phonska (N (Nitrogen) : 15%; P2O5 (Fosfat) : 10%; K (Kalium) : 12%; S (Sulfur) : 10%), pupuk kandang kambing, yellow sticky trap, Propinep 70%, Karbofuran 3%, Glifosat 486 g/l, Abamectin 36 g/l. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok sebanyak 9 kombinasi perlakuan pupuk NPK dan pupuk kandang kambing, diantaranya: pupuk kambing 15 ton.ha-1 + NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 15 ton.ha-1 + NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 15 ton.ha-1 + NPK 300 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 + NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 + NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 + NPK 300 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 + NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 + NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 + NPK 300 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang mendapat nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan dan pasca panen ialah kombinasi 300 kg NPK + 45 ton pupuk kandang kambing.