Breast cancer remains the most common type of cancer found in women in Indonesia. The high proportion of diagnoses at an advanced stage is closely related to the low level of early case detection. Breast Self-Examination (BSE) is a simple, self-administered early detection strategy, but its implementation in the community, including in the Bandung area, is still suboptimal. This activity aims to assess the impact of the BSE education and training program, which emphasizes hands-on practice using a breast cancer mannequin, on improving the knowledge and skills of Family Welfare Movement (PKK) cadres in Ciroyom Village, Bandung City. The community service program was designed through three main phases: preparation, implementation, and evaluation. In the implementation phase, participants received training on breast cancer and participated in BSE training using a mannequin. A total of 55 PKK cadres participated and were divided into small groups accompanied by facilitators. Participants' understanding was evaluated through pre- and post-activity measurements, while their ability to practice BSE was assessed using a checklist. The analysis showed a statistically significant increase in knowledge (p-value 0.05). The skills evaluation yielded an average score of 1.83, with the highest achievement in the standing and bending position observation stage (1.88) and the lowest score in the breast palpation stage (1.80). These findings confirm that the direct practice-based SADARI educational approach with a mannequin is effective in increasing the knowledge and skills capacity of PKK cadres.ABSTRAKKanker payudara masih menjadi jenis kanker yang paling sering ditemukan pada perempuan di Indonesia. Tingginya proporsi diagnosis pada fase lanjut berkaitan erat dengan rendahnya upaya penemuan kasus sejak dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu strategi deteksi awal yang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri, namun penerapannya di masyarakat, termasuk di wilayah Bandung, masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan menilai dampak program edukasi dan pelatihan SADARI yang menitikberatkan pada praktik langsung dengan bantuan manekin kanker payudara terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PKK di Kelurahan Ciroyom, Kota Bandung. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dirancang melalui tiga fase utama, yaitu tahap persiapan, implementasi kegiatan, dan evaluasi. Pada fase implementasi, peserta memperoleh pembekalan mengenai kanker payudara serta mengikuti pelatihan SADARI dengan media manekin. Sebanyak 55 kader PKK terlibat dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi fasilitator. Tingkat pemahaman peserta dievaluasi melalui pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan, sedangkan kemampuan praktik SADARI dinilai menggunakan instrumen daftar periksa. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik (p-value 0,05). Evaluasi keterampilan menghasilkan skor rata-rata 1,83, dengan capaian tertinggi pada tahap observasi posisi berdiri dan membungkuk (1,88) serta nilai terendah pada tahap perabaan payudara (1,80). Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi SADARI berbasis praktik langsung dengan manekin efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader PKK.
Copyrights © 2025