Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fleksibilitas strategi terhadap kinerja organisasi pada lembaga pemasyarakatan di Sumatera Barat yang menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan fluktuasi penerimaan negara bukan pajak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai lembaga pemasyarakatan, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling. Populasi penelitian terdiri atas 107 pegawai dari 14 lembaga pemasyarakatan, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas strategi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Fleksibilitas strategi dalam penelitian ini diukur melalui tiga dimensi, yaitu fleksibilitas perencanaan, fleksibilitas sumber daya, dan fleksibilitas koordinasi. Ketiga dimensi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap dinamika kebijakan, keterbatasan sumber daya, serta perubahan lingkungan kerja internal. Analisis statistik menunjukkan bahwa fleksibilitas strategi menjelaskan 50 persen variasi kinerja organisasi dengan tingkat pengaruh yang tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi adaptif dalam manajemen pemasyarakatan untuk mendukung rehabilitasi narapidana, memperkuat program pembinaan kemandirian, serta meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pemasyarakatan memperkuat inovasi program, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya internal, memperluas kerja sama dengan pihak eksternal, serta meningkatkan digitalisasi dalam pemasaran produk hasil karya narapidana.Kata Kunci : Fleksibilitas Strategi, Kinerja Organisasi, Lembaga Pemasyarakatan
Copyrights © 2025