Introduction: Stroke hemoragik sering menyebabkan hemiparase, yaitu kelemahan pada satu sisi tubuh, yang berdampak pada penurunan kekuatan otot, keseimbangan, serta aktivitas fungsional pasien. Intervensi fisioterapi yang tepat diperlukan untuk mendukung proses pemulihan. Tujuan studi kasus ini untuk mengevaluasi efek intervensi fisioterapi berupa strengthening exercise dan balance training pada pasien hemiparase pasca stroke hemoragik.Case Presentation: Seorang pria usia 60 tahun dengan hemiparase sinistra akibat stroke hemoragik, mengalami kelemahan pada ekstremitas kiri dan kesulitan berjalan. Pemeriksaan awal menunjukkan penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan (Berg Balance Scale = 24), dan ketergantungan sedang dalam aktivitas harian (Barthel Index = 70).Managmenet and outcome: Pasien menjalani fisioterapi sebanyak empat sesi dalam dua minggu yang mencakup stimulasi listrik, latihan penguatan (active-resisted, sit-to-stand, static cycle), dan latihan keseimbangan (sitting/standing balance, jalan di tempat, tandem walking). Setelah intervensi, terjadi peningkatan kekuatan otot, skor Berg Balance Scale meningkat menjadi 31, dan Barthel Index menjadi 85.Discussion: Hasil menunjukkan bahwa kombinasi strengthening exercise dan balance training efektif dalam memperbaiki kekuatan otot, stabilitas postural, serta kemandirian fungsional. Intervensi ini mendukung pemulihan motorik dan mengurangi risiko jatuh pada pasien stroke dengan hemiparase.Conclusion: Pendekatan fisioterapi terstruktur yang menggabungkan strengthening exercise dan balance training terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional pasien hemiparase pasca stroke hemoragik. Terapi ini dapat menjadi bagian penting dari program rehabilitasi pasien stroke.
Copyrights © 2025