Introduction: Fraktur klavikula terjadi akibat cedera atau trauma. Lokasi fraktur yang paling umum adalah pertemuan antara dua kelengkungan tulang, yang merupakan titik terlemah. Tindakan pembedahan dikaitkan dengan hasil fungsional yang lebih baik. Pada Tindakan pasca operasi tentunya terdapat beberapa penurunan kemampuan fungsional.Case Presentation: Pasien laki-laki insial Tn.D berusia 21 tahun mengalami trauma cedera berkendara, kemudian dilakukan tindakan operasi. 1 bulan pasca operasi pasien mengeluhkan nyeri gerak, terbatasnya lingkup gerak sendi, dan kelemahan otot.Management and Outcome: Terapis memberikan intervensi berupa modalitas ultrasound dan hold relax. Setelah dilakukan terapi selama 4 kali terdapat penurunan nyeri Gerak T4 memiliki skor 4, nyeri diam menjadi skor 2, dan skor nyeri tekan 3, peningkatan lingkup gerak sendi, dan rata-rata peningkatan kekuatan otot menggunakan MMT memiliki skor 3+. Modalitas berupa ultrasound dapat mengurangi nyeri dari rata rata nilai nyeri berat ke nyeri ringan, selain dari mengurangi nyeri dalap meningkatkan fleksibilitas jaringan. Sedangkan hold relax dapat meningkatkan lingkup gerak sendi dengan teknik isometrik otot yang diikuti dengan relaksasi lalu di regangkan.Conclusion: Dapat disimpulkan bahwa ultrasound dan hold relax dapat membantu penurunan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot pada kasus post orif fracture clavicula sinistra.
Copyrights © 2025