Introduction: Prosedur Bentall merupakan salah satu metode operasi jantung yang penting dan sering digunakan untuk mengatasi gangguan pada akar aorta, seperti aneurisma aorta asendens serta diseksi aorta tipe A. Teknik bedah ini pertama kali dikembangkan oleh Hugh Bentall pada tahun 1968 dan telah mengalami berbagai penyempurnaan untuk meningkatkan keberhasilan jangka panjang serta mengurangi risiko komplikasi pascaoperasi.Case Presentation: Seorang remaja berusia 20 tahun mengalami kondisi post operasi jantung yaitu Bentall procedure. Pasien menunjukkan menurunnya kapasitas aerobik, nyeri pada luka post operasi serta terbatasnya kemampuan fungsional.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi dilakukan meliputi latihan pernapasan, latihan aktif ROM, latihan batuk efektif serta mobilisasi dini sebelum dan setelah dua sesi intervensi. Hasil menunjukkan belum ada perubahan klinis yang signifikan, namun terdapat perbaikan berupa penurunan 1 angka skala nyeri, Skor Index Barthel meningkat dari 40 menjadi 60.Conclusion: Walaupun perkembangan pasien belum terlihat secara signifikan, akan tetapi ada manfaat didapat dari latihan yang sudah dilakukan. Dukungan dari penelitian terbaru memperkuat efektivitas teknik yang digunakan, sehingga fisioterapi perlu dilakukan secara rutin dengan evaluasi berkala untuk mendukung pemulihan fungsi pasien secara optimal.
Copyrights © 2025