Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Nusa Lontar, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 Juli – 15 Agustus 2025. Rancangan percobaan menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan jumlah bibit per lubang, yaitu P1 (3 bibit/lubang), P2 (4 bibit/lubang), dan P3 (5 bibit/lubang), masing-masing diulang 3 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman kangkung. Perlakuan 3 bibit per lubang (P1) memberikan hasil tertinggi dengan rata-rata tinggi tanaman 25 cm, jumlah daun 18 helai, dan berat segar 46 g. Perlakuan 5 bibit per lubang (P3) menghasilkan pertumbuhan terendah dengan rata-rata tinggi tanaman 20 cm, jumlah daun 13 helai, dan berat segar 39 g. Semakin banyak jumlah bibit per lubang tanam, semakin tinggi tingkat kompetisi antar tanaman terhadap unsur hara, air, dan cahaya sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman menurun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan 3 bibit per lubang tanam merupakan jumlah yang paling efektif untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung yang optimal.
Copyrights © 2025