Dominasi human error dalam statistik kecelakaan industri menuntut metode analisis yang lebih tajam dari sekedar klasifikasi kesalahan prosedural. Meskipun Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) telah diakui secara global, adopsi secara langsung metode ini di Indonesia seringkali terbentur dengan masalah kualitas data subjektif, ketiadaan prioritas mitigasi, hingga ketidakcocokan budaya kerja. Penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana peneliti di Indonesia memodifikasi HFACS agar relevan dengan kondisi lokal. Melalui pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap 10 artikel terpilih dalam satu dekade terakhir, ditemukan pola pergeseran metodologi yang signifikan. Peneliti lokal tidak lagi menggunakan HFACS secara tunggal, melainkan menggabungkannya menjadi model hibrida. Tiga tren utama teridentifikasi: penggunaan statistik untuk mengatasi data yang samar, integrasi sistem pendukung keputusan untuk mengurutkan prioritas risiko, serta adaptasi ekstrim pada sektor tertentu. Temuan ini menegaskan bahwa riset keselamatan di Indonesia telah bergerak maju dari sekadar memakai alat buatan asing, menjadi aktif merekayasa ulang alat tersebut agar sesuai dengan industri nasional.
Copyrights © 2025