Efisiensi operasional merupakan elemen yang sangat penting dalam manajemen rumah sakit. Panjang antrean pasien sering kali mencerminkan kurangnya efisiensi dalam pengelolaan alur pasien, khususnya pada unit rawat jalan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pendekatan Lean Management, atau yang dikenal sebagai Lean Hospital, telah banyak diterapkan. Lean Hospital berorientasi pada pengurangan pemborosan dalam berbagai proses, sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil implementasi Lean Management di rumah sakit, mengidentifikasi kontribusi pendekatan ini terhadap efisiensi operasional, dan mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Populasi penelitian ini berjumlah 300 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, dan kuisioner. Penelitian ini diawali dengan proses identifikasi pemborosan (waste), kemudian lean healthcare diterapkan menggunakan tiga alat utama, yaitu Value Stream Mapping (VSM), Waste Relationship Matrix (WRM), dan Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan hasil penelitian waste overproduction sebesar 18,8% berupa duplikasi data atau rekam medis, menjadi waste paling dominan dan beban kerja petugas yang tinggi menjadi akar penyebab utama timbulnya duplikasi rekam medis (overproduction), akibat kurang telitinya petugas saat pelayanan.
Copyrights © 2025