Kerusakan struktur di Indonesia sering terjadi akibat bencana dan kurangnya perawatan. Perkuatan struktur diperlukan agar bangunan tetap berfungsi, salah satunya dengan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer) yang dikenal mampu meningkatkan kapasitas beban. Namun, CFRP dapat menurunkan daktilitas, membuat struktur menjadi lebih kaku dan getas, yang berisiko kegagalan struktur. Penelitian ini mengkaji pengaruh penguatan lentur CFRP pada balok T pasca retak menggunakan metode elemen hingga yang divalidasi dengan data eksperimen sebelumnya. Tiga variasi diuji: balok kontrol, balok dengan CFRP sepanjang bentang, dan CFRP setengah bentang. Hasil menunjukkan bahwa kekakuan dari simulasi lebih tinggi dari eksperimen dikarenakan keadaan ideal pada numerik sedangkan, studi eksperimental terjadi slip yang tidak bisa dijustifikasi. Perbedaan beban leleh dan beban maksimum kurang dari 5%, menunjukkan simulasi valid. Hasil pengujian dengan variasi panajang CFRP menunjukkan balok dengan penguatan penuh menunjukkan kinerja terbaik dengan peningkatan kapasitas beban dan disipasi energi.
Copyrights © 2025