Masalah kerawanan pangan adalah isu yang menjadi salah satu perhatian utama secara global. Kondisi laju pertumbuhan penduduk serta konversi lahan pertanian menyebabkan sulitnya upaya meningkatkan produksi pangan dalam mengatasi permintaan pangan yang terus meningkat, dan akan semakin sulit jika tidak diikuti dengan upaya pengurangan pemborosan pangan. Salah satu sektor yang memiliki pengaruh besar terhadap pemborosan pangan adalah sektor Food service industry. Hal ini menjadi tantangan untuk mengurangi pemborosan pangan dan menjadi tantangan dalam tercapainya ketahananan pangan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekomendasikan alternatif strategi yang dapat diterapkan pada food service industry khususnya Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor dalam rangka meminimalisir pemborosan pangan. Perhitungan timbulan pemborosan oangan mengacu pada rumus yang dikeluarkan oleh SNI 19-3964-1994 dan pengambilan keputusan dengan MADM menggunakan TOPSIS. Berdasarkan hasil penelitian, dalam satu tahun, sebuah rumah makan di Kecamatan Bogor Barat dapat melakukan pemborosan pangan hingga 582,9,3 kg/RM/tahun dengan jumlah kerugian mencapai Rp 4.189.759/RM/tahun. Adapun strategi yang terbaik untuk dalam minimisasi pemborosan pangan pada food service industry adalah 1) mendonasikan sisa makanan kepada orang yang membutuhkan; (2) membuat perencanaan takaran makanan yang akan dibuat dan perencanaan dalam membeli bahan baku; (3) manajemen inventaris dan update teknologi yang sesuai; (4) memanfaatkan sisa makanan sebagai pakan ternak; (5) melakukan pengemasan yang baik dan pemberian label; (6) mengolah sisa makanan menjadi kompos dan biogas; dan (7) melakukan pengolahan kembali dan penambahan nilai akhir produk.
Copyrights © 2025