Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penilaian Tingkat Keberlanjutan Usaha Perkebunan Sawit Rakyat dengan Aplikasi Metode RAPPO di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Nabila, Asma; Prima Sani Nasution, Zulfi; Akmal Agustira, Muhammad
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.291

Abstract

Eksistensi perkebunan sawit rakyat memegang peran sentral dalam pertumbuhan luas lahan perkebunan sawit di Indonesia. Namun, perkebunan sawit rakyat masih menghadapi tantangan besar terkait produktivitas dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan pekebun sawit rakyat bersertifikasi dan non-sertifikasi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan menggunakan metode Rapid Appraisal for Palm Oil (RAPPO). Analisis dilakukan berdasarkan empat dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekebun bersertifikasi memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan dengan pekebun non-sertifikasi. Skor keberlanjutan kumulatif untuk pekebun bersertifikasi adalah 67,71 (kategori cukup berkelanjutan), sedangkan pekebun non-sertifikasi hanya mencapai 47,45 (kategori kurang berkelanjutan). Dimensi kelembagaan menjadi faktor pembeda, di mana pekebun bersertifikasi mendapatkan manfaat dari kelompok tani dan koperasi dalam bentuk penyuluhan, akses pasar, dan penerapan teknik budidaya berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya penguatan kelembagaan melalui peningkatan partisipasi dalam kelompok tani dan koperasi, serta penyuluhan berkelanjutan, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Simalungun.
Peran Media dalam Agenda Setting: Diskursus Dampak Lingkungan Industri Kelapa Sawit Indonesia Nabila, Asma; Prima Sani Nasution, Zulfi; Akmal Agustira, Muhammad; Nurkhoiry, Ratnawati
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.272

Abstract

Pengelolaan dampak lingkungan pada industri kelapa sawit di Indonesia telah menjadi topik diskursus publik yang signifikan. Di satu sisi, industri ini memainkan peran penting bagi perekonomian nasional melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, serta Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Namun, di sisi lain, industri ini kerap dikaitkan dengan degradasi lingkungan. Media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan menetapkan agenda kebijakan melalui framing isu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan framing isu lingkungan terkait industri kelapa sawit di berbagai tingkat media (internasional, nasional, lokal, dan media LSM). Penelitian menggunakan metode analisis konten terhadap 470 artikel berita yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014–2023, dengan pendekatan Media Coverage Review dan sistem kategorisasi berbasis tema isu dan atribusi penyebab. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebab dan penekanan isu antar jenis media. Media internasional dan LSM cenderung mengaitkan industri kelapa sawit dengan deforestasi, sementara media nasional lebih menyoroti kontribusi sektor lain terhadap degradasi lingkungan. Diskrepansi ini mencerminkan ketimpangan informasi yang dapat memengaruhi proses perumusan kebijakan berbasis bukti. Temuan ini menekankan pentingnya harmonisasi informasi media untuk mendukung pengambilan kebijakan yang adil dan berkelanjutan di sektor kelapa sawit.
STRATEGI MINIMALISASI ECONOMIC LOSSES PADA FOOD SERVICE INDUSTRY: PENCEGAHAN PEMBOROSAN PANGAN Nabila, Asma; Falatehan, A Faroby; Nuva
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.2.319-332

Abstract

Masalah kerawanan pangan adalah isu yang menjadi salah satu perhatian utama secara global. Kondisi laju pertumbuhan penduduk serta konversi lahan pertanian menyebabkan sulitnya upaya meningkatkan produksi pangan dalam mengatasi permintaan pangan yang terus meningkat, dan akan semakin sulit jika tidak diikuti dengan upaya pengurangan pemborosan pangan. Salah satu sektor yang memiliki pengaruh besar terhadap pemborosan pangan adalah sektor Food service industry. Hal ini menjadi tantangan untuk mengurangi pemborosan pangan dan menjadi tantangan dalam tercapainya ketahananan pangan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekomendasikan alternatif strategi yang dapat diterapkan pada food service industry khususnya Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor dalam rangka meminimalisir pemborosan pangan. Perhitungan timbulan pemborosan oangan mengacu pada rumus yang dikeluarkan oleh SNI 19-3964-1994 dan pengambilan keputusan dengan MADM menggunakan TOPSIS. Berdasarkan hasil penelitian, dalam satu tahun, sebuah rumah makan di Kecamatan Bogor Barat dapat melakukan pemborosan pangan hingga 582,9,3 kg/RM/tahun dengan jumlah kerugian mencapai Rp 4.189.759/RM/tahun. Adapun strategi yang terbaik untuk dalam minimisasi pemborosan pangan pada food service industry adalah 1) mendonasikan sisa makanan kepada orang yang membutuhkan; (2) membuat perencanaan takaran makanan yang akan dibuat dan perencanaan dalam membeli bahan baku; (3) manajemen inventaris dan update teknologi yang sesuai; (4) memanfaatkan sisa makanan sebagai pakan ternak; (5) melakukan pengemasan yang baik dan pemberian label; (6) mengolah sisa makanan menjadi kompos dan biogas; dan (7) melakukan pengolahan kembali dan penambahan nilai akhir produk.
Multidimensional Sustainability Assessment of Maize Farming in Tropical Regions Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ma'ruf, Muhammad Imam; Sarinah, Sarinah; Abdur-Rabb, Ahmad Faqhruddin; Darwin, Dirmansyah; Nabila, Asma
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2666

Abstract

This study addresses a critical gap in understanding the multidimensional sustainability of tropical maize farming by simultaneously evaluating economic, ecological, socio-cultural, institutional, technological, and infrastructural dimensions using a Multidimensional Scaling (MDS) approach. Focusing on West Muna Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia, data were collected from 150 farmers and 30 farmer group leaders, complemented by secondary sources. The study aims to assess sustainability status, identify sensitive attributes influencing outcomes, and provide evidence-based guidance for interventions. Results show an overall sustainability index of 52.59%, indicating a “moderately sustainable” system, with economic (73.81%), socio-cultural (72.01%), and ecological (55.07%) dimensions performing better than institutional (42.24%), infrastructure (40.28%), and technological (32.15%) dimensions. Leverage analysis identifies 18 key attributes critical to sustainability, highlighting the need for targeted interventions to strengthen institutional frameworks, improve infrastructure, and accelerate technology adoption. Beyond policy generalization, the findings offer practical insights for stakeholders, including development agencies and farmer organizations, to design context-specific, inclusive, and operational strategies that enhance the long-term sustainability of maize farming in tropical regions.
Sustainability of Smallholder Oil Palm Plantations: A Multidimensional Scaling (MDS) Approach in North Konawe Regency, Indonesia Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Nabila, Asma; Rahim, Abd; Erwin, Erwin; Hastuti, Diah Retno Dwi
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67736

Abstract

Smallholder oil palm plantations play a strategic role in supporting local livelihoods and the national supply chain. In North Konawe Regency, this sector is a cornerstone of the regional economy, making its sustainability critical amid environmental challenges and market fluctuations. Current palm oil studies are predominantly focused on large-scale industries and often lack an integrated, multidimensional approach encompassing economic, ecological, institutional, and socio-cultural dimensions, particularly in the context of Southeast Sulawesi. This study aims to assess the multidimensional sustainability status and identify sensitive attributes influencing the resilience of smallholder plantations. Research was conducted from April to July 2025, involving 124 farmers and nine farmer groups. Data were analyzed using the Rapid Appraisal for Palm Oil (RAPPO) method based on Multidimensional Scaling (MDS) and leverage analysis. The results reveal a sustainability index of 66.01%, categorized as fairly sustainable. The institutional dimension achieved the highest score (70.00%), followed by ecology (67.80%), economy (67.72%), and socio-cultural (58.48%). Leverage analysis identified key sensitive attributes: flora and fauna diversity (ecology), economic benefits for local communities (economy), certification implementation (institutional), and the frequency of inter-farmer conflicts (socio-cultural). This study contributes to the literature by providing an integrated sustainability profile of smallholder plantations in North Konawe. The implications underscore the need to strengthen farmer institutions and synchronize input subsidy policies to ensure the economic stability of smallholders while maintaining environmental integrity.