Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen talenta dalam meningkatkan kapasitas dan karakter anggota organisasi dengan studi kasus Forum Pemuda Budaya Kota Yogyakarta. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan organisasi non-profit berbasis budaya untuk menjaga keberlanjutan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta survei internal kepada 15 anggota aktif. Analisis dilakukan melalui reduksi data, koding, identifikasi tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen berjalan transparan dan disertai komitmen awal yang jelas, pelatihan berbasis praktik langsung relevan dengan kebutuhan anggota, pembinaan berkelanjutan meski masih menghadapi tantangan konsistensi, retensi didukung oleh lingkungan kekeluargaan yang hangat, serta apresiasi sosial berfungsi sebagai penguat motivasi. Program dinilai relevan terhadap misi pelestarian budaya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Wawancara dan observasi memperkuat temuan bahwa anggota tidak hanya memperoleh keterampilan teknis seperti public speaking, kepemimpinan, dan manajemen acara, tetapi juga mengalami transformasi karakter berupa disiplin, solidaritas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen talenta dalam organisasi budaya pemuda tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme internal, tetapi juga sebagai model pendidikan non-formal berbasis komunitas yang mampu mengintegrasikan pengembangan kapasitas teknis dengan pembentukan karakter berbasis nilai budaya. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya dalam memodifikasi teori manajemen talenta agar lebih inklusif terhadap konteks organisasi non-profit, sekaligus memperkuat literatur pendidikan non-formal berbasis komunitas sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025