Abstrak Pembelajaran sejarah di tingkat SMA masih cenderung berpusat pada guru dan menekankan hafalan, sehingga peserta didik kurang aktif dan memiliki kepercayaan diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat serta mengaitkan peristiwa sejarah dengan realitas sosial. Kondisi ini mendorong perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Salah satu metode yang relevan adalah sosiodrama, yang memungkinkan peserta didik mendramatisasikan peristiwa sejarah dan situasi sosial. Penelitian ini berfokus pada implementasi metode sosiodrama dalam pembelajaran Sejarah Peminatan dan Sejarah Indonesia serta perannya dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh, sekaligus mengkaji respons dan pengalaman belajar peserta didik dalam pembelajaran yang terintegrasi dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek peserta didik kelas XI IPS dan guru sejarah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sosiodrama mampu menciptakan pembelajaran sejarah yang aktif, partisipatif, dan bermakna. Peserta didik menjadi lebih berani berpendapat, percaya diri tampil di depan kelas, serta mampu bekerja sama dan menghayati nilai-nilai sejarah dan sosial. Integrasi metode sosiodrama dengan P5 dan pembelajaran mendalam terbukti mendukung penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila dan peningkatan kepercayaan diri peserta didik. Kata kunci: Sosiodrama, Pembelajaran Sejarah, Kepercayaan Diri, Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila.
Copyrights © 2026