Salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular pada anak balita adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi dan status gizi dengan kejadian ISPA pada anak balita usia 1–4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pucuk. Desain Penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross- sectional dan melibatkan 102 responden yang dipilih berdasarkan purposive sampling,  berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), pengukuran antropometri, dan diagnosis medis. Hasil uji koefisien kontingensi menunjukkan hubungan signifikan antara status imunisasi dan kejadian ISPA (p = 0,003), status gizi dengan kejadian ISPA (p 0,000). Analisis regresi logistik biner mengungkapkan bahwa balita dengan imunisasi tidak lengkap akan berisiko 6,496 kali lebih besar mengalami ISPA, sedangkan balita bergizi kurang memiliki risiko 5,704 kali lebih tinggi dibandingkan dengan balita bergizi baik. Disimpulkan bahwa status imunisasi dan status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA. Peningkatan cakupan imunisasi dan perbaikan status gizi perlu menjadi prioritas program Puskesmas sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko ISPA pada balita. Diperkuat melalui optimalisasi layanan imunisasi terjadwal, pemantauan tumbuh kembang yang lebih intensif, serta konseling gizi yang berkelanjutan bagi orang tua.
Copyrights © 2025