Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pembuatan dan permainan instrumen musik tradisional Nias, Aramba dan Faritia, sebagaimana dipraktikkan oleh Faozisökhi Laia di Sanggar Museum Pusaka Nias, Gunungsitoli. Kedua instrumen ini berperan penting dalam budaya Nias sebagai pengiring upacara adat, pesta pernikahan, serta sarana komunikasi musikal dalam konteks sosial. Penelitian bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan kerangka etnomusikologi, menggunakan teori Khasima Shusumu tentang aspek fisik instrumen, Bruno Nettl terkait analisis dan transkripsi permainan, Curt Sach & Hornbostel mengenai klasifikasi instrumen, serta Alan P. Merriam tentang perilaku musikal. Hasil penelitian menunjukkan Aramba dan Faritia berakar dari instrumen Tutuhao serta mengandung nilai budaya dan simbolik. Proses pembuatannya mencakup keterampilan tradisional dengan tahapan pemanasan, pembentukan ragi-ragi, mamatö, pembentukan hagu, hingga penyempurnaan. Teknik permainan Aramba dilakukan dengan menggantungnya, memukul bagian hagu sambil bergerak layaknya menari, sedangkan Faritia dimainkan dua orang secara berhadapan dengan nada rendah dan tinggi yang berpola ritmis.
Copyrights © 2026