Evaluasi afektif merupakan aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena berfungsi mengukur internalisasi nilai, sikap, dan akhlak peserta didik. Namun, praktik evaluasi afektif di sekolah masih menghadapi berbagai problematika, seperti subjektivitas guru, keterbatasan instrumen yang valid dan reliabel, bias penilaian, serta minimnya waktu observasi dan dukungan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis problematika tersebut serta merumuskan alternatif solusi yang komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama kesulitan evaluasi afektif mencakup faktor metodologis, praktis, dan kebijakan kelembagaan. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penggunaan rubrik observasi terstruktur, peer assessment, jurnal reflektif, teknik critical incident, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, serta dukungan kebijakan sekolah yang memperkuat budaya religius dan mengurangi beban administratif. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi afektif yang efektif membutuhkan pendekatan holistik dan kolaboratif agar pembelajaran PAI mampu mencapai tujuan utama, yaitu pembentukan karakter dan akhlak mulia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025