Perilaku bolos siswa dipengaruhi faktor internal dan eksternal serta berdampak negatif pada diri dan sekolah. Konseling spiritual berpotensi sebagai pendekatan rehabilitatif yang menyentuh akar persoalan batin siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji konseling spiritual sebagai pendekatan rehabilitatif siswa bolos, dengan menelusuri penyebab psikospiritual, mengembangkan model, dan menjelaskan proses pemulihan berbasis nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif di MTs. Mardliyyah Pamekasan untuk mendalami efektivitas konseling spiritual dalam mengintervensi perilaku bolos siswa melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Perilaku bolos siswa MTs. Mardliyyah Pamekasan disebabkan oleh faktor internal seperti masalah psikologis dan spiritual, termasuk kurangnya perhatian orang tua, tekanan akademik, dan lemahnya nilai keagamaan. Selain itu, pengaruh teman sebaya yang negatif turut memperparah kondisi. Untuk mengatasi hal ini, sekolah menerapkan konseling spiritual dengan tahapan eksplorasi nilai-nilai spiritual, refleksi perilaku bolos, penguatan relasi spiritual, dan komitmen perubahan. Guru BK berperan aktif dengan pendekatan empatik, mendorong kesadaran, tanggung jawab, dan pertumbuhan spiritual siswa agar lebih disiplin dan memiliki makna dalam pendidikan. Perilaku bolos siswa MTs. Mardliyyah Pamekasan dipicu faktor internal dan pengaruh teman sebaya. Konseling spiritual diterapkan melalui refleksi, pembinaan ibadah, dan penguatan nilai untuk memulihkan motivasi belajar.
Copyrights © 2025