Isu kerusakan lingkungan menuntut peran aktif lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran dan budaya ramah lingkungan. Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam memiliki tanggung jawab strategis dalam mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan melalui kepemimpinan pendidikan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala madrasah dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MTs Ma'arif Sidomukti Gresik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, observasi kegiatan sekolah, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan aktif melalui keteladanan personal, pelaksanaan program kebersihan rutin, kebijakan disiplin lingkungan, serta distribusi tanggung jawab kepada warga madrasah. Namun demikian, keberlanjutan program sekolah ramah lingkungan masih menghadapi kendala berupa belum terlembaganya struktur khusus program lingkungan, kelelahan guru dalam pengawasan, sikap acuh sebagian peserta didik, serta terbatasnya dukungan eksternal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan sekolah ramah lingkungan tidak hanya ditentukan oleh komitmen individual kepala madrasah, tetapi memerlukan penguatan kelembagaan dan dukungan ekosistem yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan Islam serta implikasi praktis bagi madrasah dalam merancang program sekolah ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026