Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tata kelola kolaboratif dalam program pemberdayaan ekonomi yang mengandalkan pertanian perkotaan dengan teknik hidroponik di RW 1 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, sebagai upaya untuk mendukung inisiatif Kampung Siaga TBC. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, melibatkan berbagai pihak dari berbagai sektor, termasuk kelompok PKK, kader TBC, pemerintah setempat, pelaku usaha mikro, organisasi masyarakat, serta mitra tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) seperti Bakrie Center Foundation dan Bank DKI. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa suksesnya program ini tidak hanya bergantung pada aspek teknis hidroponik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh proses kolaborasi yang inklusif, distribusi peran yang adil, serta pembentukan kepercayaan di antara para pihak yang terlibat. Program ini memiliki dua manfaat utama: meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat, serta membantu dalam penyediaan nutrisi untuk keluarga yang terpengaruh oleh TBC. Dengan menggunakan sistem manajemen yang melibatkan partisipasi, pertanian kota berperan sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat yang menggabungkan solusi di bidang ekonomi dan kesehatan dalam satu metode. Penemuan ini menegaskan bahwa tata kelola yang kolaboratif adalah pendekatan yang luwes dan dapat beradaptasi dalam pengelolaan publik untuk menghadapi isu-isu kompleks (wicked problems) di daerah perkotaan.
Copyrights © 2025