Penelitian ini membahas strategi komunikasi interpersonal pengasuh dalam membina kedisiplinan santri menghafal kitab di Pondok Pesantren Turus Pandeglang Banten. Latar belakang penelitian bertolak dari pentingnya peran pengasuh sebagai komunikator utama yang tidak hanya menyampaikan pesan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan santri melalui interaksi langsung. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali pengalaman subjektif pengasuh dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh menerapkan tiga strategi utama, yaitu keteladanan, perjanjian, dan pemberian pujian sebagai penguatan positif. Keteladanan pengasuh tercermin dalam kedisiplinan dan konsistensi yang menjadi acuan santri. Perjanjian yang disepakati bersama membangun rasa tanggung jawab, sedangkan pujian meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri santri dalam menghafal kitab. Hambatan yang muncul antara lain kejenuhan santri, perbedaan karakter, serta penyesuaian terhadap aturan pesantren. Pengasuh mengatasi kendala ini melalui pendekatan personal dan komunikasi empatik. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang efektif mampu membentuk kedisiplinan santri secara kognitif, emosional, dan spiritual.
Copyrights © 2025