Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Interpersonal Pengasuh Pesantren dalam Pembinaan Kedisiplinan Santri Menghafal Kitab(Studi Kasus di Pondok Pesantren Turus Pandeglang Banten) Nurohayati, Elis; Kiki Zakiah; Dede Lilis Chaerowati
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1835

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi interpersonal pengasuh dalam membina kedisiplinan santri menghafal kitab di Pondok Pesantren Turus Pandeglang Banten. Latar belakang penelitian bertolak dari pentingnya peran pengasuh sebagai komunikator utama yang tidak hanya menyampaikan pesan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan santri melalui interaksi langsung. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali pengalaman subjektif pengasuh dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh menerapkan tiga strategi utama, yaitu keteladanan, perjanjian, dan pemberian pujian sebagai penguatan positif. Keteladanan pengasuh tercermin dalam kedisiplinan dan konsistensi yang menjadi acuan santri. Perjanjian yang disepakati bersama membangun rasa tanggung jawab, sedangkan pujian meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri santri dalam menghafal kitab. Hambatan yang muncul antara lain kejenuhan santri, perbedaan karakter, serta penyesuaian terhadap aturan pesantren. Pengasuh mengatasi kendala ini melalui pendekatan personal dan komunikasi empatik. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang efektif mampu membentuk kedisiplinan santri secara kognitif, emosional, dan spiritual.
Komunikasi Antarpribadi Individu Fatherless dengan Teman Sebaya Nurohayati, Elis; Larasati, Tsania Nurizka; Malela, Muhammad Riziq; Triwardhani, Ike Junita
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v6i1.1465

Abstract

Fenomena ketidakhadiran ayah (fatherless) menjadi isu sosial yang memengaruhi perkembangan emosional, kepercayaan diri, serta pola komunikasi individu, khususnya dalam konteks kehidupan santri di pondok pesantren yang memiliki dinamika sosial kolektif. Fatherless merupakan kondisi ketika individu tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan ayah, baik secara fisik maupun emosional, yang berdampak pada proses pembentukan relasi interpersonal.Dalam konteks pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama, interaksi sosial yang intens dengan teman sebaya menjadi ruang penting dalam menggantikan sebagian fungsi dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik komunikasi antarpribadi individu fatherless dengan teman sebaya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap informan yang memiliki pengalaman fatherless. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah memengaruhi keterbukaan, kepercayaan, dan pengelolaan emosi, namun individu tetap mampu membangun komunikasi yang adaptif melalui hubungan dengan teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa teman sebaya berperan sebagai sistem dukungan sosial yang membantu individu fatherless mengembangkan komunikasi yang lebih efektif dan stabil secara emosional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks kajian serta melibatkan informan yang lebih beragam agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif.