Penelitian ini bertujuan memastikan kualitas dan keandalan sambungan las pada pipa bekas API 5L Sch 40 yang umum digunakan di industri. Proses pengelasan yang kurang tepat dapat menimbulkan cacat permukaan serta perubahan dimensi pada zona terpengaruh panas (HAZ), sehingga diperlukan pengaturan parameter yang optimal. Pengelasan dilakukan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) menggunakan rancangan eksperimen Taguchi L9. Tiga parameter divariasikan: Root Pass, Fill & Cap Pass, dan Gap. Kualitas sambungan diuji dengan Dye Penetrant Test (DPT) untuk cacat permukaan dan pengukuran deviasi ketebalan HAZ menggunakan Ultrasonic Thickness Gauge (UTG). Analisis kegagalan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan kontribusi parameter dianalisis melalui ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi terbaik adalah Root Pass 100 A, Fill & Cap Pass 110 A, dan Gap 3,0 mm, yang menghasilkan deviasi ketebalan terkecil 0,09 mm serta RPN sebesar 1 (risiko cacat sangat rendah). ANOVA menunjukkan faktor Gap berkontribusi terbesar terhadap cacat DPT (30,85%), diikuti Fill & Cap Pass (27,26%) dan Root Pass (20,58%), meskipun secara statistik tidak signifikan (P-value > 0,05). Kombinasi ini dapat menjadi acuan pengelasan pipa bekas untuk sambungan andal sesuai standar teknis.
Copyrights © 2025