Pelaksanaan swamedikasi harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional, seperti ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping dan interaksi obat. Namun pada praktiknya, swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pada pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang obat dan penggunaannya. Kegiatan ini menggunakan metode eksperimental, dengan rancangan kegiatan one group pretest posttest yaitu kegiatan yang menggunakan satu kelompok subjek dan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi oleh peneliti. Pada kegiatan ini digunakan instrumen kegiatan yang berupa kuesioner (pretest dan postest). Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tentang edukasi swamedikasi batuk terhadap tingkat pengetahuan Siswa-siswi Jurusan Farmasi SMK Bintang Persada Denpasar. Penelitian ini menggunakan Kriteria inklusi, dimana subjek dapat mewakili responden yang memenuhi syarat sebagai sampel. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan responden yang dapat diamati dari peningkatan skor responden dari hasil Post Test setelah diberikan edukasi pada seluruh indikator. Hal ini berarti para siswa-siswi sudah cukup tahu mengenai informasi swamedikasi batuk. Namun, setelah pemberian edukasi terjadi peningkatan pada semua responden. Dapat disimpulkan bahwa, Tingkat pengetahuan swamedikasi batuk Siswa-Siswi Kelas XII Farmasi A SMK Bintang Persada Denpasar sebelum diberikan edukasi terdapat 78,6% tingkat pengetahuan tergolong baik dan setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan Siswa-Siswi Kelas XII Farmasi A SMK Bintang Persada Denpasar mengalami peningkatan, sebanyak 100% tingkat pengetahuan tergolong baik.
Copyrights © 2026