Buya Hamka dan Quraish Shihab merupakan dua tokoh Muslim Indonesia yang memiliki sejarah pendidikan yang berbeda, keduanya mempunyai semangat mengembangkan ilmu keIslaman, kedua tokoh ini mempunyai pandangan penting akan pendidikan akhlak baik secara Islam maupun ke-Indonesia-an dengan segala kultur yang ada. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep pendidikan akhlak menurut Buya Hamka dan Quraish Shihab, menggunakan teknik analisis isi dalam mengolah data primer dan sekunder yang menjadi acuan penelitian ini. Pendidikan akhlak kepada Allah menurut keduanya dengan cara bertakwa kepada-Nya. Akhlak kepada Rasulullah diwujudkan dengan menghormati dan meneladani, serta bershalawat kepada Rasulullah. Perbedaannya, Hamka memaknai sholawat sebagai ucapan terimakasih, sedangkan Quraish Shihab memaknai sebagai ucapan doa kepada Nabi. Pendidikan akhlak kepada sesama manusia keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang akhlak kepada orang tua didasari pada rasa hormat dan bakti kepada mereka, yang membedakan Hamka berbakti kepada keduanya dengan menyayangi dan menghormati agar dapat menunjukkan sebagai muslim yang berbudi luhur, sedangkan Quraish Shihab memberi batasan lebih luas pada adat kebiasaan masyarakat selama dapat membuat keduanya senang dan bahagia. Akhlak kepada tamu, tetangga dan yang memghadiri majelis hendaknya dengan rasa saling menghormati dan bertoleransi. Pendidikan akhlak kepada lingkungan menurut keduanya memiliki kesamaan pandangan manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi diberi amanah menjaga dan memanfaatkan segala apa yang diciptakan-Nya sesuai fungsinya di alam semesta ini. Perbedaannya Hamka memaknai akhlak puncak pemanfaatan lingkungan dengan meletakkan cinta pada Allah, untuk mengenal Allah dan mendekatkan diri pada-Nya, sedangkan Quraish Shihab menjelaskan puncak pemanfaatan lingkungan dengan mengantarkan makhluk dan benda yang Allah ciptakan kepada tujuan penciptaanya.
Copyrights © 2025