Kemajuan teknologi Building Information Modelling (BIM) telah mengubah praktik desain arsitektur dan konstruksi, namun penerapannya masih menghadapi keterbatasan pada aspek analisis prediktif, kolaborasi, dan efisiensi proses. Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam BIM muncul sebagai solusi potensial, tetapi riset mengenai perbandingan langsung antara BIM tanpa AI dan BIM dengan AI masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan efektivitas kedua pendekatan tersebut melalui tinjauan literatur sistematis dan analisis studi kasus embedded dari proyek nyata. Metode penelitian menggunakan comparative literature review dengan pendekatan PRISMA-light dan analisis tematik berdasarkan indikator efisiensi desain, deteksi konflik, estimasi energi, kolaborasi, serta manajemen risiko Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI pada BIM dapat meningkatkan kecepatan desain, sekaligus menurunkan pekerjaan ulang hingga sekitar 35% berdasarkan studi kasus industri. serta menghasilkan prediksi energi hingga 95%. Penelitian ini menghasilkan model komparatif BIM–AI yang memperkuat fungsi analitis dan prediktif dalam proses desain. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada data sekunder dan ketiadaan pengukuran kuantitatif primer. Studi lanjutan perlu memvalidasi model melalui data proyek nyata dan analisis kuantitatif.
Copyrights © 2025