Wasting merupakan salah satu bentuk gangguan gizi akut yang masih menjadi permasalahan kesehatan pada balita di Indonesia. Di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, prevalensi wasting pada tahun 2024 tercatat sebesar 7% dari total 387 balita. Kondisi ini berkaitan dengan rendahnya pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang, terbatasnya variasi menu bergizi, serta kurang optimalnya pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam upaya pencegahan wasting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa Puding Jagung Campur Susu dan Telur. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test pada 15 ibu balita untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita setelah pelaksanaan edukasi gizi, yang mencerminkan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal dalam pemberian makan anak. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas ibu balita sebagai pengasuh utama dalam pencegahan wasting. Oleh karena itu, edukasi gizi berbasis pangan lokal perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan Posyandu sebagai upaya mendukung perbaikan status gizi balita secara jangka panjang.
Copyrights © 2025