Pelecehan seksual terhadap anak usia dini merupakan ancaman serius yang sering tidak disadari oleh lingkungan sekitar, termasuk di satuan pendidikan anak. Anak-anak di usia TK belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengenali dan menolak tindakan yang berpotensi membahayakan diri mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali dan menolak pelecehan seksual melalui program SIABISA (Si Anak Berani Bicara dan Asertif). Subyek kegiatan terdiri dari anak usia 4–6 tahun dan guru TK sebagai pendamping utama. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan siswa dan guru mengenai pendekatan asertif dan perlindungan anak, penerapan simulasi interaktif berbasis cerita dan permainan peran, serta observasi perilaku anak sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam menyampaikan ketidaknyamanan, mengenali sentuhan yang tidak pantas, dan menolak ajakan yang tidak sesuai. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mendampingi anak secara responsif dan protektif. Program SIABISA terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam membentuk karakter asertif anak dan memperkuat peran guru dalam perlindungan anak usia dini.
Copyrights © 2025