Penelitian ini mengkaji secara historis dan kritis proses sekularisasi di Turki melalui reformasi Mustafa Kemal Atatürk, dengan menyoroti bagaimana gagasan modernisasi dan sekularisme membentuk ulang identitas negara pasca-Kekhalifahan Utsmaniyah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis wacana kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, baik dari arsip sejarah, dokumen negara, maupun kajian akademik mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekularisasi Turki tidak hanya merupakan proses administratif-politik, tetapi juga transformasi ideologis yang memisahkan agama dari ranah publik dan membentuk narasi identitas kebangsaan yang baru. Reformasi ini berdampak signifikan terhadap institusi politik, pendidikan, dan struktur sosial-keagamaan masyarakat Turki, yang memunculkan resistensi dan ekspresi Islam politik baru pasca-Kemalisme. Implikasi akademik dari penelitian ini menyoroti pentingnya pembacaan ulang terhadap narasi sejarah Kemalis dan menyarankan pendekatan sintesis dalam melihat relasi antara agama, negara, dan modernitas di dunia Islam kontemporer.
Copyrights © 2025