Desa Wisata Bojongkulur merupakan kawasan pemukiman yang pada awalnya tidak dirancang sebagai daya tarik wisata. Namun, seiring berkembangnya wilayah ini, muncul potensi wisata yang dapat digali, khususnya melalui pengembangan gastronomi berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi desa ini adalah belum optimalnya pemanfaatan bahan lokal untuk menghasilkan kuliner autentik yang mendukung keberlanjutan. Potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah ekonomi dan identitas budaya bagi masyarakat setempat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pemberdayaan masyarakat melalui serangkaian pelatihan yang menitikberatkan pada pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk kuliner autentik berkelanjutan serta pemahaman mengenai konsep gastronomi berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, memberikan pelatihan, penerapan teknologi berupa penggunaan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan produk, pendampingan proses pembuatan produk, serta evaluasi pelatihan melalui pre-test dan post-test. Hasil dari program ini diharapkan mampu menghasilkan produk kuliner autentik yang sesuai prinsip keberlanjutan, memperkuat identitas lokal, serta meningkatkan daya tarik Desa Wisata Bojongkulur sebagai desa wisata di kawasan pemukiman. Dengan demikian, pengembangan gastronomi berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan praktik konsumsi ramah lingkungan.
Copyrights © 2025