Dalam sebuah perusahaan, karyawan merupakan aset penting yang sangat memengaruhi kinerja dan daya saing organisasi. Salah satu cara untuk menjaga semangat kerja dan loyalitas mereka yaitu dengan memberikan kesempatan promosi jabatan secara adil dan terukur. Namun, pada praktiknya, proses kenaikan jabatan kerap menghadapi kendala, seperti penilaian yang subjektif, kurangnya transparansi, hingga pengambilan keputusan yang hanya berdasarkan kedekatan personal. Hal tersebut dapat memicu konflik internal dan menurunkan motivasi kerja karyawan. Melihat tantangan tersebut, pemanfaatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menjadi sangat relevan. Terlebih, jika menggunakan metode yang mampu menggabungkan penilaian kualitatif dan kuantitatif seperti Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini memungkinkan proses seleksi yang lebih objektif, logis, dan akuntabel secara matematis. Dengan penerapan sistem SPK berbasis AHP, perusahaan diharapkan mampu menciptakan proses promosi yang lebih efisien, adil, dan berbasis data, sekaligus meningkatkan profesionalisme serta kepercayaan karyawan terhadap sistem yang digunakan.
Copyrights © 2026